Pengolahan Citra

Pengolahan citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan komputer menjadi citra yang kualitasnya lebih baik.Pengolahan citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer. Umumnya, operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra bila (Bankman, 2000):

  1. Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan atau untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung di dalam citra.
  2. Elemen di dalam citra perlu dikelompokkan, dicocokkan, atau diukur.
  3. Sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra yang lain.

Pengolahan citra digital adalah disiplin ilmu yang melahirkan teknik-teknik untuk mengolah citra agar dapat menghasilkan informasi sesuai dengan harapan dari suatu citra. Pengolahan citra digital dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan analisis dalam berbagai bidang, seperti: kedokteran/medis, meteorologi, geofisika dan lain-lain.

Terdapat beragam operasi-operasi yang dapat dilakukan dalam pengolahan citra digital. Secara umum, operasi pengolahan citra digital dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis sebagai berikut (Rinaldi, 2004):

  1. Perbaikan kualitas citra (image enhancement)

Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini, ciri-ciri khusus yang terdapat di dalam citra lebih ditonjolkan. Contoh operasi perbaikan citra: penapisan derau (noise filtering), dan perbaikan tepian objek (edge enhancement).

  1. Pemugaran citra (image restoration)

Operasi ini bertujuan menghilangkan/meminimumkan cacat pada citra. Tujuan pemugaran citra hampir sama dengan operasi perbaikan citra. Bedanya pada pemugaran citra, penyebab degradasi gambar diketahui. Contoh-contoh operasi pemugaran citra: penghilangan kesamaran (deblurring) dan penghilang derau (noise).

 

  1. Pemampatan citra (image compression)

Jenis operasi ini dilakukan agar citra dapat direpresentasikan dalam bentuk yang lebih kompak sehingga memerlukan memori yang lebih sedikit.Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemampatan adalah citra yang telah dimampatkan harus tetap mempunyai kualitas gambar yang bagus.

  1. Segmentasi citra (image segmentation)

Jenis operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu.Jenis operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan pola.

  1. Pengorakan citra (image analysis)

Jenis operasi ini bertujuan untuk menghitung besaran kuantitif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya.Teknik pengorakan citra mengekstrasi ciri-ciri tertentu yang membantu dalam identifikasi objek. Proses segmentasi kadangkala diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya. Contoh-contoh operasi pengorokan citra: pendeteksian tepi objek (edge detection), ekstraksi batas (boundary) dan representasi daerah (region).

  1. Rekonstruksi citra (image reconstruction)

Jenis operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi.Operasi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam bidang medis.Misalnya, beberapa foto roentgendengan sinar X digunakan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s