Citra analog dan digital

Citra

Menurut Sutoyo (2009), citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa foto, bersifat analog berupa sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu media penyimpanan.

1. Citra Analog

Citra analog adalah citra yang bersifat kontinu, seperti gambar pada monitor televisi, foto sinar X, foto yang tercetak di kertas foto, lukisan, pemandangan alam, hasil CT scan, gambar-gambar yang terekam pada pita kaset, dan lain sebagainya. Citra analog tidak dapat direpresentasikan dalam komputer sehingga tidak dapat diproses di komputer secara langsung.Oleh sebab itu, agar citra dapat diproses di komputer, proses konversi analog ke digital harus dilakukan terlebih dahulu(Sutoyo, 2009). Citra analog dihasilkan dari alat-alat analog, seperti video kamera analog, kamera foto analog, CT scan, dan lain-lain.

2. Citra Digital

Citra digital adalah citra yang dapat diolah oleh komputer. Ada banyak cara untuk menyimpan citra digital di dalam memori. Cara penyimpanan menentukan jenis citra digital yang terbentuk. Beberapa jenis citra digital yang sering digunakan adalah sebagai berikut (Sutoyo, 2009):

  • Citra Binner

Banyaknya warna pada citra biner adalah dua, yaitu hitam dan putih. Dibutuhkan 1 bit memori untuk menyimpan kedua warna ini.

mono.jpg

Bit 0 = warna hitam

Bit 1 = warna putih.

  • Citra Grayscale (Skala Keabuan)

Banyaknya warna pada citra grayscale tergantung pada jumlah bit yang disediakan di memori untuk menampung kebutuhan warna ini.

Citra 2 bit mewakili empat warna dengan gradasi warna berikut:

biner.jpg
Citra 3 bit mewakili delapan warna dengan gradasi warna berikut:

3bit.jpg

  • Citra Warna (True Color)

Setiap piksel pada citra warna mewakili warna yang merupakan kombinasi dari tiga warna dasar (RGB = Red Green Blue). Setiap warna dasar menggunakan penyimpanan 8 bit = 1 byte, yang berarti setiap warna mempunyai gradasi sebanyak 255 warna. Setiap piksel mempunyai kombinasi warna sebanyak 28.28.28 = 224 = 16 juta warna lebih.

 

Referensi:

Rinaldi Munir, Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik, Penerbit Informatika, Bandung, 2004.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s