PENGARUH BUDAYA LOKAL TERHADAP GENERASI MUDA DI PULAU NIAS

I. ABSTRAK

Budaya yang berasal dari kata budayyah bentuk jamak dari kata budddhi (bahasa sansekerta) yang artinya budi atau akal memiliki makna usaha,ikhtiar dari budi. kebudayaan diartikan sebagai sesuatu yang bersangkutan dengan budi dan akal atau sesuatu yang tercipta karna hasil pemikiran yang menyangkut perilaku manusia.Budaya erat kaitanannya dengan cara atau kebiasaan yang ada di masyarakat. Di Negara kita Indonesia yang mempunyai keragaman budaya hasil pemikiran yang berbeda antara pulau satu dengan pulau lain atau bahkan satu daerah dengan daerah lain. Budaya dibagi menjadi 3 jenis yaitu budaya local, budaya Nasional, Budaya asing. Pembahasan kali ini akan membahas pengaruh budaya Nias terhadap perkembangan generasi muda di Daerah tersebut. Pulau nias yang terletak di barat pulau Sumatra ini adalah pulau yang memiliki Banyak wisatawan yang datang selain karna memiliki pantai pantai yang indah juga karna kebudayaan local pulau ini yang tidak pernah pudar.

Pada Negara lain bahkan Negara maju banyak yang telah kehilangan budaya bahkan tradisi dikarnakan dampak Globalisasi di Negara tersebut. Selain pulau Nias banyak daerah lain yang masih mempertahankan budaya yang sudah ada seperti banyak daerah yang jadi pusat wisata yang ada di pulau pulau yang tersebar di Indonesia. Pengaruh perbedaan budaya ini dipengaruhi oleh banyak hal seperti letak geografis daerah tersebut, penyebaran agama yang ada , masa kerajaan yang dulu menguasai daerah tersebut. Pada massa kini Negara Indonesia yang telah menelan pengaruh luar juga juga tetap memiliki pengaruh dari budaya yang ada. Sedangkan pengaruh atau alasan terdahulu lah yang membuat sebuah budaya ada atau tradisi ada. Pada penulisan kali ini akan membahas tentang pengaruh budaya yang ada di Nias terhadap aspek aspek generasi muda Nias mungkin juga mengaitkan dengan kebudayaan lain didaerah lain.   kebudayaan lokal di wilayah Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku. Berbagai aspek meliputi  system kepercayaan, kesenian, kekerabatan ataupun upacara-upacara adat yang beragam di berbagai wilayah nusantara merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Maka dari itu sebagai warga Negara yang peduli terhadap kemajuan Negara kita perlu lah kita melestarikan kebudayaan tersebut dalam pengaruh masyarakat.

 

II. BUDAYA NIAS

  1. 1.     KESENIAN

TARI PERANG (FOLUAYA)

Tari Perang atau Foluaya merupakan lambang kesatria para pemuda di desa – desa di Nias, untuk melindungi desa dari ancaman musuh, yang diawali dengan Fana’a atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan ronda atau siskamling. Pada saat ronda itu jika ada aba-aba bahwa desa telah diserang oleh musuh maka seluruh prajurit berhimpun untuk menyerang musuh. Seiring berkembangnya Zaman Tradisi ini dilakukan hanya pada hari hari tertentu atau untuk merayakan acara acara tertentu.

LOMPAT BATU (HOMBO BATU)

Tradisi lompat batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur ,di mana pada jaman dahulu mereka sering berperang antar suku sehingga mereka melatih diri mereka agar kuat dan mampu menembus benteng lawan yang konon cukup tinggi untuk dilompati. Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsi. Karena sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi ini digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi tersebut diadakan untuk mengukur kedewasaan dan kematangan seorang lelaki di Nias sekaligus ajang menguji fisik dan mental para remaja pria di Nias menjelang usia dewasa. Tradisi lompat batu dilakukan pemuda Nias untuk membuktikan kalau mereka diperbolehkan untuk menikah. Batu yang harus dilompati berupa bangunan mirip tugu piramida dengan permukaan bagian atas datar. Tingginya tak kurang 2 meter dengan lebar 90 centimeter dan panjang 60 centimeter. Para pelompat melompati Batu besar itu melalui pijakan batu kecil sebelum melompati batu peninggalan masa lalu tersebut. Para pelompat tidak hanya sekedar harus melintasi tumpukan batu tersebut, tapi ia juga harus memiliki tehnik seperti saat mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah dapat menyebabkan akibat yang fatal seperti cedera otot atau patah tulang. Banyak pemuda yang bersemangat untuk dapat melompati batu besar ini.

TARI BURUNG(TARI MOYO)

Tari Moyo atau disebut juga dengan tari Elang yang terus mengepakkan sayapnya dengan lembut tanpa mengenal lelah, menaklukkan sesuatu yang bermakna bagis esamanya dan dirinya sendiri. Tarian ini melambangkan keuletan dan semangat secara bersama dalam mewujudkan sesuatu yang dicita-citakan. Tari Moyo ini kadang dilaksanakan setelah atau sebelum acara atau perayaan – perayaan atas hari tertentu, bahkan untuk menyambut tamu di Nias sendiri.

  1. 2.     PAKAIAN ADAT

Pakaian adat suku Nias hanya memiliki satu model atau macam yaitu Baru Oholu nama untuk pakaian adatlaki-laki dan Õröba Si’öli nama untuk pakaian adat perempuan. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam, merah, dan putih. Adapun filosofi dari warna itu sendiri adalah Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni’obakola) dan pola bunga kapas (Ni’obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan, kekayaan, kemakmuran dan kebesaran. Kedua, Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah, keberanian dan kapabilitas para prajurit. ketiga, Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan, ketabahan dan kewaspadaan. Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (Ere) menggambarkan kesucian, kemurnian dan kedamaian.

  1. 3.     BAHASA 

Salah satu bentuk budaya Nias adalah Bahasa Nias atau Li Niha yang dalam bahasa aslinya, adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di Pulau Nias. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih belum diketahui persis darimana asal bahasa ini. Bahasa Nias merupakan salah satu bahasa dunia yang masih bertahan hingga sekarang dengan jumlah pemakai aktif sekitar satu juta orang baik yang tinggal di Nias maupun yang berada di tempat lain. Bahasa ini dapat dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan satu-satunya bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf vokal. Suku Nias mengenal enam huruf vokal, bukan lima seperti di daerah di Indonesia lainnya. Suku Nias mengenal huruf vokal a,e,i,u,o dan ditambah dengan ö (dibaca dengan “e” seperti dalam penyebutan “enam” ).

III. PENGARUH TERHADAP GENERASI MUDA

Meskipun pada sekarang ini telah banyak pengaruh Globalisasi yang masuk ke Negara kita tetapi banyak Budaya budaya yang tidak tenggelam. Dari daerah Nias yang masih memegang budaya yang sangat tua tetapi budaya tersebut juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan generasi muda atau bahkan semua Generasi yang ada didaerah tersebut baik berdampak langsung maupun tidak langsung pada aspek – aspek yang ada di masyarakat, berikut adalah contoh pengaruh kebudayaan yang ada terhadap generasi muda di Nias :

  • SEGI EKONOMI

Pulau Nias yang mempunyai budaya yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke pulau Nias. Dari segi pemasukan daerah pulau Nias yang pernah terkena dampak dari tsunami mempunyai potensi akan kenaikan pendapatan dari pemerintah untuk proses rekonstrunsi daerah tersebut. Tapi yang lebih penting lagi dengan terbangunnya proses perbaikan dari hasil pariwisata buda akan menaikan pendapatan daerah tersebut, penduduk yang memiliki usia muda pun dapat berwirausaha di daerah mereka yang memiliki banayak wisata laut dan wisata budaya.

Sisi negative bagi pemuda Nias adalah pandangan Budaya mereka yang gemar berpesta, sekalipun tak punya apa-apa, tetap mampu melakukan pesta besar. Mengapa? Karena tradisi bahwa di Nias itu, sudah terbiasa melakukan pinjam meminjam. Luar biasa dan sangat hebat karena transaksi tersebut tanpa jaminan. Pinjam meminjam dalam bahasa Nias (Molu’i So’ono, Mondra’u Bawi, Fosusu Zulo-zulo, dan seterusnya). Dimana-mana terjadi transaksi pinjam meminjam, sehingga budaya kerjanya sangat memprihatinkan seperti “Manguri bawi. Artinya beternak babi (sebagai penghasilan utama di Nias) dengan cara memelihara induk babi (sigelo) milik pemilik modal dan memeliharanya sampai beranak. Dan sebagai imbalannya adalah harus membesarkan anak-anak babi tersebut untuk menyicil pinjaman tersebut.

  • SEGI PENDIDIKAN

Dari banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke Nias ada yang membantu akan perkembangan pendidikan di pulau tersebut. Contoh bantuan dari Negara lain adalah Faomasi Bersama yaitu organisasi sosial pimpinan Mrs. Chaterine Fisher yang bertujuan untuk memberikan bantuan bagi keluarga kurang mampu di pulau Nias, Indonesia. Organisasi ini melakukan acara penggalangan dana guna membantu membiayai pendidikan anak-anak putus sekolah di wilayah Nias. Secara tidak langsung kebudayaan di Nias yang menarik perhatian para turis tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas taraf pendidikan di daerah tersebut

Bantuan dari dalam Negeri juga ada seperti sekolah alam; Di Nias, daerah yang memiliki warisan budaya yang kaya, Sekolah Alam mengembangkan model pendidikan kontekstual dengan nama Sekola Nononiha, yang berarti sekolah untuk anak-anak Nias. Pengajar diajak menggali kembali warisan budaya Nias dari berbagai unsurnya, kemudian menggunakannya sebagai konteks pembelajaran. . Dan dari banyaknya kebudayaan yang ada dan sarat akan filosofi filosofi penting akan jati diri suku tersebut membuat suku ini menjadi suku yang bisa memahami akan makna dari kebudayaan tersebut.

 

IV. KESIMPULAN

        Pada Pembahasan Kali ini, banyak pengaruh dari luar yang menyerang Negara kita ; Negara yang kaya akan Budaya dan Keragaman. Proses globalisasi yang mencoba menyeragamkan bentuk kultur yang seharusnya beraneka raga mini jangan sampai membuat kita lupa akan jati diri kita sendirri karna seperti contoh yang ada di atas suku nias bisa mempertahankan dan hasil dari mempertahankan kebudayaan mereka memiliki dampak kepada generasi generasi penerus. Jadi diharapkan dengan membaca artikel ini bisa membuat kita bisa mempertahankan budaya yang ada didaerah kita masing masing agar bisa membuat Negara kita tetap kaya, kaya akan budaya dan sumber daya.

DAFTAR PUSTAKA

http://teravisi.blogdetik.com/tag/pendidikan-nias/

http://niasbarat.wordpress.com/2008/01/20/orang-nias-dalam-prespektif-budaya-primitif/

http://www.hariankita.com/kepedulian-masyarakat-perancis-untuk-pendidikan-di-nias/

http://ebedallanderosary.blogspot.com/2012/12/suku-niassejarah-dan-kebudayaan.html

http://watipuspitasari.blogspot.com/2011/04/kebudayaan-suku-nias.html

http://sajarajasap.blogspot.com/2013/01/indonesia-ya-indonesia-sangat-terkenala.html

http://daztone.wordpress.com/2010/04/08/tradisi-lompat-batu-di-pulau-nias/

http://www.merpati.co.id/id/content/top_destination/detail/313/Lompat-Batu-di-Nias

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s